Mengapa Harus Bermadzhab?

Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) membagi umat manusia ke dalam dua golongan :
Pertama, golongan yang memiliki kemampuan berijthad (memahami dalil agama). Golongan ini disebut golongan mujtahid (orang yang mampu berijthad). Secara umum, golongan ini tdak boleh mengikut pendapat atau mazhab orang lain. Dia harus berijthad sendiri dengan kemampuan yang dimilikinya. Dan haram hukumnya dia mengikut pendapat orang lain. Dalam bahasa agama, dia haram bertaqlid kepada orang lain. Hal karena orang harus mengikut pendapat yang diyakini, dan meninggalkan perkara yang meragukan.

Kedua, golongan yang tdak memiliki kemampuan berijthad. Secara umum, mereka diwajibkan mengikut orang lain yang mampu berijthad atau mujtahid. Berpegang kepada pendapat para mujtahid disebut bermazhab atau bertaqlid. Hal ini karena Alquran memerintahkan agar orang Islam bertanya kepada ahli ilmu jika mereka tdak memiliki pengetahuan,

فاسـئلوا اهل الذكر ان كنتم لا تعلمون

Bertanyalah kepada ahlul ilmi jika kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Nahl: 43)


Pada masa sekarang, para ulama Aswaja melihat tdak ada orang yang memenuhi persyaratan ijthad secara utuh. Hal ini membuat umat Islam harus bermadzhab, yakni mengikuti pendapat para ulama mujtahid yang sudah meninggal. Meninggalnya seorang mujtahid tdak membuat pendapatnya harus ditnggalkan. [Kang Nasir Abi]

Dinukil dari buku ‘Buku Pintar Aswaja” oleh Tim Harokah Islamiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *